Tips Mengatur Keuangan Saat Ramadan

Diterbitkan pada 30 Mar 2022

Sebentar lagi kita menyambut bulan Ramadan. Apakah Sobat Principal menyadari bahwa pengeluaran saat Ramadan cenderung meningkat dibandingkan bulan lainnya? Kenaikan harga barang pokok disebut sebagai penyebab utamanya. Padahal, gaya hidup saat bulan Ramadan yang justru sering membuat pengeluaran meningkat. Bagaimana tidak? Keinginan untuk berbuka puasa di restoran tertentu atau undangan bukber yang hampir setiap hari datang membuat cash flow menjadi berantakan.
 
Kamu pun harus bijak dalam mengelola keuangan selama bulan Ramadan, termasuk THR. Jangan sampai karena terlalu berfoya-foya saat Ramadan, kamu malah menghadapi kesulitan untuk menjalani hidup di bulan berikutnya. Duh, jangan sampai, deh! Dilansir dari liputan6.com, penasihat untuk Wealth and Asset Management Indonesia, Legowo Kusumonegoro, memberikan tips simpel dalam mengatur keuangan saat Ramadan. Check this out!
 
Tahan Hawa Nafsu
Ada banyak orang yang mengeluh pengeluarannya selalu membengkak di bulan Ramadan. Padahal, pembengkakan itu sering kali terjadi karena ketidakmampuan menahan godaan atau lapar mata. Kebiasaan berbuka puasa di luar rumah, membeli baju dan sepatu baru, mudik, bagi-bagi salam tempel merupakan beberapa penyebab jebolnya anggaran saat Ramadan. Perlu dipahami apabila hal tersebut terus dituruti karena kamu tidak bisa menahan hawa nafsu, kondisi keuangan pun akan berantakan.
 
Buat Rencana Anggaran
Berusahalah membuat anggaran keuangan bulan Ramadan sebelum puasa dimulai. Pisahkan dana yang diperlukan untuk berbelanja kebutuhan sahur dan berbuka, membeli baju lebaran jika diperlukan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Sebaiknya, siapkan juga dana cadangan untuk hal-hal yang tidak terduga. Begitu bulan Ramadan tiba, pastikan Sobat Principal menggunakan dana sesuai dengan anggaran yang sudah dibuat.
 
Buat Prioritas
Setelah selesai membuat rencana anggaran, kamu bisa melanjutkan dengan menyusunnya sesuai prioritas. Aturlah mulai dari pengeluaran tertinggi yang juga menjadi prioritas utama, seperti membayar cicilan mobil, baru lanjutkan dengan pengeluaran sehari-hari seperti membeli bahan makanan. Berikutnya, kamu bisa membuat daftar pengeluaran khusus seperti sedekah, belanja baju lebaran untuk orangtua, dan lainnya.
 
Masak Sendiri
Kebiasaan membeli makanan untuk sahur dan berbuka di luar rumah dapat membuat anggaran membengkak. Untuk itu, berusahalah mengurangi pengeluaran selama bulan Ramadan dengan memasak sendiri makanan untuk sahur dan berbuka. Agar lebih mudah, tidak ada salahnya jika kamu sudah menyiapkan daftar menu masakan untuk sebulan penuh. Hal tersebut juga dapat membantu kamu untuk selalu berbelanja sesuai kebutuhan saja.
 
Say No To ‘Utang’
Jangan pernah terpikir untuk berutang hanya demi memenuhi keinginan konsumtif kamu selama Ramadan. Ini juga berlaku dalam pemakaian kartu kredit lho, ya! Berusahalah untuk melakukan pembelanjaan sesuai kemampuan diri. Manfaatkan gaji dan syukuri rezeki, termasuk THR, dengan sebaik-baiknya. Jalanilah bulan Ramadan dengan penuh rasa syukur dan kesederhanaan. Jangan sampai rusak maknanya, karena ketidakmampuan kamu dalam mengendalikan hawa nafsu.
 
Bijak Menggunakan THR
Jika dilihat dari skala prioritas, penggunaan THR seharusnya adalah membayar zakat dan sedekah, melunasi utang, memenuhi simpanan dana darurat, dibuat investasi, dan sisanya baru dibelanjakan. Bicara soal dana darurat, mengingat pandemi belum juga berakhir, ada baiknya kamu menyiapkan dana darurat untuk 12 bulan biaya hidup. Nah, THR yang didapat sangat bisa digunakan untuk memenuhi simpanan darurat tersebut. Sementara untuk investasi, kamu bisa mencoba reksa dana yang modalnya bisa dimulai dari 100 ribu saja. Temukan instrumen investasi syariah yang paling tepat untukmu  di sini.
 
Jaga Komitmen
Menjaga komitmen untuk menggunakan dana selama Ramadan sesuai dengan anggaran yang telah dibuat merupakan hal yang sangat penting. Jangan sampai semua hal di atas menjadi sia-sia hanya karena kamu tidak mampu berkomitmen saat menjalankannya. Ingat! Masih ada bulan-bulan berikutnya setelah Ramadan yang juga harus kamu jalani. Untuk itu, lebih baik perbanyak ibadah selama Ramadan dan bukan malah memperbanyak pengeluaran yang tidak perlu, ya!
 
Tidak sulit kan mengatur keuangan selama Ramadan? Buat kamu yang ingin mengisi Ramadan dengan mempelajari sesuai yang bermanfaat seperti berinvestasi, kamu bisa membaca artikelnya di sini.
 
 

Saya memahami dan mengizinkan pengumpulan, penggunaan, dan pengungkapan data saya untuk tujuan terkait.