Daftar Haji Sekarang, Kenapa Enggak?

Diterbitkan pada 24 Mei 2022 

Semua umat muslim di dunia ini pastinya ingin mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji. Termasuk kamu juga kan Sobat Principal? Dengan mayoritas penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia sebenarnya memiliki kuota haji yang cukup besar, yaitu mencapai 221 ribu orang pada 2020. Namun, kuota tersebut ternyata tidak sebanding dengan tingginya minat masyarakat Indonesia yang ingin berangkat ke tanah suci. Ini membuat antrean haji terus bertambah panjang setiap tahunnya.
 
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang setiap tahunnya rata-rata di atas 5 persen seiring dengan pendapatan masyarakat yang terus meningkat, membuat potensi untuk bisa berangkat haji semakin besar. Namun, masa tunggunya tergolong cukup lama, rata-rata lebih dari 20 tahun. 
Nah, kalau kamu tidak segera mendaftar haji di usia muda, bisa jadi kamu baru bisa berangkat saat usia sudah renta. 
 
Adanya masa tunggu haji yang cukup panjang membuat kamu harus bisa mengatur strategi dan menyiapkan dana haji dari sekarang, supaya tidak terus menunda niat mulia ini. Dilansir dari CNBC Indonesia, Beny Witjaksono, anggota dewas eksekutif Badan Pengelola Haji (BPKH) mengatakan sebelum mendaftarkan haji dengan dana senilai 25 juta, sebaiknya kamu mengumpulkan uang terlebih dahulu dengan cara menabung atau berinvestasi.
 
Menurut Beny, setidaknya ada 4 cara yang bisa kamu lakukan untuk mengumpulkan dana guna mendaftar haji. Pertama, dana sebesar 25 juta didapatkan dari orangtua, mas kawin, atau tabungan. Kedua, menabung secara konsisten di bank syariah sesuai dengan kemampuan hingga mencapai jumlah yang sudah disyaratkan. Ketiga, berinvestasi melalui reksa dana atau produk pasar uang seperti sukuk yang dapat dilakukan dengan jangka waktu tertentu. Keempat, melakukan program pinjaman kepada kreditur atau lembaga keuangan syariah tertentu dan membayarnya dengan cara dicicil.
 
Dengan adanya beberapa alternatif tabungan, investasi, dan pendanaan untuk mendaftar haji, Sobat Principal diharapkan juga mempelajari risiko dari setiap instrumen. Jika ingin mengumpulkan dana melalui investasi, kamu pastinya harus memastikan bahwa lembaga dan instrumen yang ditawarkan sudah memiliki izin serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Siapkan dengan Cara yang Tepat
BPKH saat ini sedang semangat-semangatnya memberikan edukasi mengenai haji kepada masyarakat dengan dibantu oleh banyak pihak. DPR, MUI, akademisi, kementerian agama (kemenag), pemerintah pusat dan daerah serta lainnya berusaha keras untuk melakukan edukasi supaya seluruh masyarakat bisa mempersiapkan ibadah haji dengan tepat.
 
Pemerintah juga berusaha keras untuk melindungi calon jemaah haji melalui pemberian edukasi dan informasi mengenai regulasi. Sementara dari sisi finansial, kemenag tidak menganjurkan menggunakan dana talangan haji. Ini untuk memastikan bahwa semua calon pendaftar haji memang sudah mampu melakukan ibadah tersebut.
 
Regulasi yang melarang dana talangan haji ini muncul karena jumlah pendaftar haji memang meningkat dengan adanya pilihan tersebut. Namun, meski daftar antrean haji semakin panjang, ternyata tidak semua mampu melunasi pinjaman sehingga pada akhirnya harus dikeluarkan. Kalau sudah begini, usaha untuk bisa naik haji pun menjadi sia-sia dan terkesan dipaksakan. Padahal, ibadah haji bisa dijalankan jika memang mampu.
 
Di Indonesia, batas minimal usia pendaftar haji adalah 12 tahun jika memang mampu. Dorongan untuk menjalankan haji di usia muda gencar dilakukan supaya jemaah dapat pergi ke tanah suci dalam kondisi yang masih prima. Mengingat semua kegiatan selama ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik yang kuat. Jadi, jika kamu sudah bekerja dan memiliki penghasilan yang cukup, sebaiknya segeralah mendaftarkan diri untuk berhaji.
 
Saat ini, kamu juga bisa memilih tabungan rencana haji dari perbankan berbasis syariah, ada banyak pilihan produk yang bisa dipilih sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kamu. Selain menabung, kamu juga bisa memilih investasi sebagai kantong dana keberangkatan haji, seperti reksa dana. Sebelum memilih instrumen, tentunya Sobat Principal harus mengenal dulu nih, produk apa yang paling cocok sama kebutuhan dan kemampuan kamu. Yuk coba cek produk reksa dana pilihan Principal yang bisa kamu pilih untuk mengumpulkan dana berhaji, di sini.
 
 
 
 

Saya memahami dan mengizinkan pengumpulan, penggunaan, dan pengungkapan data saya untuk tujuan terkait.