Bebas Finansial Dengan Investasi Halal

Menabung itu baik, tapi akan lebih baik jika kita juga mulai berinvestasi. Agar kelak, kita bisa memiliki passive income seperti cita-cita banyak orang, termasuk kamu kan Sobat Principal? Walau sama-sama menyimpan uang untuk masa depan, investasi punya sedikit kelebihan yakni mampu melawan inflasi. Inflasi atau kenaikan harga yang menyebabkan nilai uang tergerus dan menurun. 

Definisi investasi sendiri adalah menanamkan modal dalam instrumen investasi dengan harapan nilainya dapat naik di masa depan. Investasi juga disebut sebagai salah satu cara untuk bisa segera bebas secara finansial. Apakah Sobat Principal juga tertarik untuk melakukan investasi agar bisa bebas finansial, tapi tidak ingin bertentangan dengan nilai-nilai islami?   


Jawabannya adalah pilih investasi dalam bentuk syariah, seperti reksa dana syariah. Investasi reksa dana syariah merupakan reksa dana yang portfolionya hanya ditaruh pada aset-aset yang sesuai syariah dan masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk itu, imbal hasil atau keuntungan reksa dana syariah dipastikan datangnya bukan dari riba.

Reksa dana syariah sendiri sudah mendapatkan opini syariah atau fatwa halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Untuk itu, kamu tidak perlu lagi meragukan kehalalan dari investasi dana syariah. Apabila, kamu tertarik untuk melakukan investasi ini, kamu juga bisa membaca artikel-artikel di blog Principal ini untuk mulai berinvestasi di reksa dana syariah. Klik di sini, ya.

Rahasia Reksa Dana Syariah
Reksa dana syariah memungkinkan kamu untuk berinvestasi dengan modal yang kecil namun rutin. Dalam jangka panjang, investasi pun akan memberikan keuntungan yang cukup besar dan bisa membuat kamu segera bebas finansial. Contohnya, kamu mulai menyisihkan uang senilai 1 juta setiap bulan untuk melakukan investasi reksa dana syariah. Dalam 5 tahun, modal tersebut pun menjadi 60 juta.

Hasil akhir yang kamu terima tentunya tidak berhenti di sana. Ada imbal hasil dari pertumbuhan aset reksa dana syariah, sehingga nilainya mencapai 90 juta. Itu berarti ada pertumbuhan senilai 30 juta atau 50 persen dari modal yang sudah ditanamkan. Namun, perlu diingat nilai pertumbuhan tersebut juga dapat bervariasi dan contoh di atas hanyalah simulasi.


Kabar baiknya, hasil investasi reksa dana syariah ini sudah bersih, karena tidak dipotong pajak dan biaya administrasi lainnya. Jika Sobat Principal memiliki tujuan keuangan dalam jangka panjang, reksa dana syariah sangat bisa menjadi pilihan. Namun, perlu diketahui pula bahwa reksa dana syariah memiliki risiko fluktuasi dalam jangka pendek. Karenanya, jangka waktu yang disarankan jika kamu ingin mendapatkan keuntungan saat berinvestasi di reksa dana syariah adalah di atas 5 tahun.

Harus Diingat!
Meski sudah mantap dengan pilihan investasi halal agar segera bebas finansial, ada beberapa hal yang harus Sobat Principal pahami terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Apa saja? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari liputan6.com.

Pelajari dengan Saksama. Perbanyaklah referensi mengenai jenis investasi, dalam hal ini reksa dana syariah, supaya kamu bisa mengetahui lebih banyak mengenai detailnya, baik dari buku, internet, ataupun para ahli finansial. Sebaiknya kamu juga memilih instrumen investasi yang memang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko kamu. 

Jika kamu memilih untuk menggunakan reksa dana, untuk mengetahui profil risiko, biasanya Sobat Principal diharuskan untuk menjawab beberapa pertanyaan terlebih dahulu agar manajer investasi bisa memilih reksa dana yang paling sesuai. Jika memang ingin terjun sendiri ke bidang saham, maka wajib banget untuk mengetahui seluk beluk soal saham ini. Mulai dari istilah, hingga visi misi dari  perusahaan yang menjual saham tersebut, karena hal ini berpengaruh terhadap keuntungan dan risiko yang mungkin terjadi di masa depan.

Pahami Keuntungannya. Pastikan kamu memahami mengenai keuntungan apa saja yang bisa didapatkan jika memiliki investasi reksa dana syariah. Kamu juga bisa menanyakan hal ini secara terperinci kepada Manajer Investasi yang mengelola dana kamu. Selain keuntungan, tentunya kamu juga harus sadar akan risiko yang mungkin terjadi ya Sobat Principal. Karena volatibilitas (naik turun) market cenderung cepat, selalu ada kemungkinan investasi merugi atau sebaliknya menguntungkan. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui profil risiko kamu. Seberapa jauh kamu “siap” menghadapi kerugian. 

Sekadar mengingatkan, jika ada yang menawarkan investasi dengan imbal hasil lebih dari 30% dalam waktu singkat, coba cek-cek lagi ya, karena bisa jadi investasinya bukan investasi yang benar.


Tentukan Tujuan. Seperti juga dalam hal mengatur keuangan bulanan, untuk urusan investasi Sobat Principal juga harus memiliki tujuan yang cukup jelas. Apakah untuk dana darurat, dana pensiun, liburan ke luar negeri di masa depan atau untuk berangkat ke tanah suci. Dengan memiliki tujuan yang jelas, kamu jadi tahu berapa dana yang dibutuhkan, dan jadi lebih jelas langkah apa yang harus diambil untuk mewujudkannya. 


Jangan lupa juga untuk menentukan tenggat waktu untuk tujuan kamu ya Sobat Principal, karena ini juga berhubungan dengan pemilihan instrumen investasi serta berapa banyak dana yang harus diinvestasikan. Pastikan semuanya sesuai dengan kebutuhanmu ya!

Jadi, apakah Sobat Principal sudah semakin siap untuk bebas finansial dengan investasi halal? Selamat berinvestasi ya!