Diterbitkan pada 6 Apr 2021 

Tanpa disadari, sebagian besar ibadah haji diisi dengan beragam aktivitas yang melibatkan kekuatan fisik, seperti thawaf, sa’i tujuh putaran, hingga proses lempar jumrah. Itulah mengapa, Sobat Principal harus melakukan persiapan fisik yang baik, agar tubuh tetap sehat dan bugar saat berada di tanah suci nanti. Apalagi, kegiatan untuk menunaikan ibadah haji juga sangat menguras tenaga. Jika tidak dipersiapkan terlebih dahulu, tubuh bisa ‘kaget’ dan mudah lelah, serta rentan jatuh sakit.
 
Menurut dr. Lucky S. Widyakusuma, seorang dokter yang kerap mendampingi jamaah Haji Indonesia, waktu ideal untuk mempersiapkan kondisi fisik yang baik adalah 3 bulan sebelum berangkat haji. Sobat Principal pun diharuskan konsisten dalam melakukan persiapan ini. Buang kemalasan dan kebiasaan terus menunda, karena merasa masih memiliki banyak waktu. Ingat! Waktu 3 bulan itu dapat berlalu dalam sekejap, lho. Ada beberapa jenis olahraga ringan yang dapat Sobat Principal lakukan agar tetap sehat saat berhaji seperti berikut ini.

Berjalan Kaki
Seperti dilansir dari health.detik.com, sebanyak 75 persen kegiatan saat beribadah haji harus dilakukan dengan berjalan kaki. Inilah sebabnya, Sobat Principal harus mulai membiasakan diri untuk melakukan olahraga ini. Berusahalah untuk bangun pagi dan berjalan di sekitar kompleks rumah selama 30-45 menit. Ada banyak manfaat yang didapatkan dengan rutin berjalan kaki, seperti otot, sendi, dan tulang menjadi semakin kuat, serta volume paru-paru bertambah. Selain itu, berjalan kaki juga dapat membantu menenangkan pikiran.
  
Berenang
Jika Sobat Principal memang memiliki hobi berenang, ini adalah sebuah keuntungan. Berenang merupakan olahraga yang direkomendasikan para dokter sebagai bagian dari tahapan persiapan fisik sebelum berhaji. Olahraga ringan satu ini sangat baik bagi kesehatan jantung dan dapat membentuk serta menguatkan otot tubuh. Berenang juga dapat membantu menjaga berat badan agar tetap ideal. Ya! Berat badan ideal juga merupakan kunci dalam menjaga kebugaran untuk menjalankan ibadah haji.

Bersepeda
Olahraga yang sedang menjadi tren di masa pandemi ini juga dapat dilakukan untuk mempersiapkan kesehatan fisik sebelum berangkat haji, lho. Bersepeda akan membuat sistem pernapasan bekerja lebih optimal. Selain itu, bersepeda juga dapat mengurangi stres yang mungkin Sobat Principal rasakan, karena pekerjaan atau adanya perasaan senang namun was-was yang muncul saat menunggu waktu berangkat haji tiba. Pastikan Sobat Principal melakukan olahraga bersepeda dengan cara yang aman, ya! Bersepedalah di jalur khusus dan kenakan helm serta pelindung tubuh lainnya.   

Yoga
Tidak perlu bingung harus mengikuti kelas yoga di mana dan dengan siapa, Sobat Principal bisa melakukan olahraga ini sendiri di rumah dengan mengandalkan Youtube. Dan tidak perlu khawatir juga, dilansir dari Kompas.com, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan yoga yang murni dilakukan sebagai olahraga pernapasan untuk kepentingan kesehatan hukumnya adalah mubah (diperbolehkan). Yoga bagi umat Muslim, hanya tidak boleh dilakukan apabila tergolong ritual dan menyangkut kegiatan spiritual agama lain. Jenis olahraga yang satu ini akan membantu meningkatkan kebugaran dan fleksibilitas tubuh. Selain itu, yoga juga akan membuat tubuh menjadi lebih rileks dan dapat meningkatkan kepercayaan diri. Karenanya, rutin melakukan yoga tidak hanya membuat tubuh sehat, tetapi pikiran juga menjadi lebih tenang dan bebas dari stres.

Itulah beberapa jenis olahraga yang dapat dilakukan sebagai persiapan fisik sebelum berangkat haji. Namun, jika Sobat Principal memiliki penyakit atau keluhan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, agar bisa mendapatkan rekomendasi olahraga yang tepat. Selamat melakukan persiapan dengan baik dan benar. Semoga ibadah haji yang akan Sobat Principal jalankan nantinya dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Dapatkan panduan lengkap tentang serba-serbi ibadah haji langsung ke email kamu!

Dapatkan informasi haji terkini langsung ke email kamu.

Saya memahami dan mengizinkan pengumpulan, penggunaan, dan pengungkapan data saya untuk tujuan terkait.