Diterbitkan pada 24 Mar 2021

Naik Haji merupakan salah satu kewajiban untuk umat muslim, seperti tertera dalam Rukun Islam ke-5, “naik haji bila mampu.”

Tapi, tahukah Sobat Principal, terminologi mampu ini bukan hanya soal seputar kemampuan finansial, melainkan juga kemampuan fisik. Kondisi iklim dan cuaca yang berbeda (dengan suhu udara yang lebih tinggi dari Indonesia) serta beragam aktivitasnya tentu membutuhkan fisik dan tenaga yang prima, agar bisa mengikuti seluruh prosesi ibadah dengan khusyuk. 

Itu mengapa, makin banyak orang yang sadar untuk berangkat haji saat usianya masih cukup muda, atau paling tidak masih kuat menjalani keseluruhan aktivitas haji. 

Ok, kembali  ke soal kemampuan finansial. Menilik kalimat “bila mampu” yang ada dalam Rukun Islam tersebut, banyak orang yang beranggapan, mereka akan berangkat haji saat sudah mampu alias sudah punya banyak uang. Padahal ternyata, dengan manajemen keuangan yang baik, Sobat Principal  juga bisa mulai merencanakan berangkat haji. 

Mampu itu bukan hanya berarti punya tabungan mengendap dalam jumlah yang lumayan atau punya asset di mana-mana. Mampu adalah saat kebutuhan utamamu bisa tercukupi dengan baik, dan masih memiliki rezeki untuk memenuhi kebutuhan sekunder, seperti jajan kopi hampir tiap hari atau belanja online dan staycation tiap akhir bulan. 

Yuk coba dihitung, jika dalam sehari kamu jajan kopi Rp 50 ribu maka dalam sebulan kamu bisa mengumpulkan uang sebesar Rp1,5juta lho! Dan fyi nih, untuk mendaftar jadi jamaah haji, kamu butuh minimal dana di bank sebesar Rp 25 juta. Jika kamu mengkonversikan uang jajan kopi jadi dana berangkat  haji, dalam 2 tahun kamu akan bisa mendaftarkan diri.  

Itu hanya dari kopi lho! Bayangkan, kalau kamu bisa lebih hemat dengan mengurangi jajan dan jalan-jalan, dalam setahun  kuota dananya pasti sudah bisa terpenuhi.

Jika Sobat Principal sudah bisa memenuhi kebutuhan tersebut, maka bisa dipastikan bahwa kamu sebenarnya mampu untuk berangkat ke tanah suci. Melihat kondisi keuanganmu yang sebenarnya lebih dari cukup ini,  ada baiknya kamu mulai mengatur rencana berhaji dari sekarang. Karena semakin dini kamu mengumpulkan dana berhaji, maka semakin cepat kamu bisa berangkat sehingga kamu bisa menjalani ibadah haji di usia yang masih muda dengan fisik yang kuat.

A gentle reminder, ada masa tunggu keberangkatan haji yang harus dijalan dari saat pertama kali kamu mendaftar untuk naik haji. Untuk Indonesia, masa tunggu ini bisa terjadi dari 15-20 tahun. Coba sambil hitung-hitung, usia sekarang ditambah masa tunggu berhaji ini deh. Jika diundur terus, bisa-bisa kamu baru bisa berangkat saat usia lanjut. Kuatkah kamu menjalani seluruh rangkaian ibadah haji yang wajib dilakukan?

Mulai Menabung untuk Berangkat Haji
Berangkat haji itu membutuhkan dana yang tidak sedikit, jadi memang baiknya kamu mulai mengumpulkan uang secepat mungkin agar tidak perlu menyisihkan uang terlalu besar setiap bulannya. Tapi, jangan karena biayanya tinggi, lantas kamu jadi merasa tidak akan mampu untuk berangkat. Dengan manajemen keuangan yang baik, Sobat Principal pasti bisa mengumpulkan dananya dan bisa berangkat tanpa harus menunggu tua. 

Mulailah dengan mengubah mindset kamu, “naik haji itu bukan bila mampu, tapi mampukan diri untuk bisa naik haji.” Karena naik haji itu kewajiban yang memang harus dijalankan setiap umat muslim. Kalau bisa bercita-cita untuk travelling keliling dunia, pasti juga bisa bercita-cita untuk naik haji saat masih muda. Dan kalau bisa mengumpulkan uang untuk keliling dunia, pasti juga bisa mengumpulkan uang untuk berangkat haji.

Kamu bisa menyiapkan dana naik haji, atau menyiapkan investasi untuk itu. Investasi merupakan pilihan yang baik, karena saat dananya diinvestasikan, nilainya bisa jadi akan bertumbuh lebih besar dibanding bunga tabungan. Pilih investasi yang paling cocok untukmu, niatkan untuk menyisihkan rezeki setiap bulan agar bisa semakin cepat mendaftar keberangkatan haji dan bisa berangkat saat usia masih tergolong muda. 


 
 

Dapatkan panduan lengkap tentang serba-serbi ibadah haji langsung ke email kamu!

Dapatkan informasi haji terkini langsung ke email kamu.

Saya memahami dan mengizinkan pengumpulan, penggunaan, dan pengungkapan data saya untuk tujuan terkait.