Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Berinvestasi Syariah

Saat ini, semangat untuk berinvestasi sedang digaungkan di mana-mana. Investasi juga gencar dipromosikan sebagai alat yang bisa membuat kamu bebas secara finansial di usia muda. Hal itu memang tidak salah, tapi kamu tetap harus berhati-hati dalam memilih investasi. Apalagi, jika kamu ingin berinvestasi dengan cara yang halal dan bebas riba. Pastikan kamu memilih jenis investasi syariah ya, bukan yang bodong. Ups!

Menurut Anthony Robbins dalam bukunya yang berjudul Money Master the Game, sebagian besar investor cenderung mengalami kegagalan dalam berinvestasi. Investor tersebut gagal mendapatkan keuntungan karena kurangnya pengetahuan dan informasi terkait investasi, sehingga menjadi tidak waspada lalu terjebak dalam investasi ilegal. Nah, supaya Sobat 
Principal tidak ikut terjebak, hindarilah beberapa kesalahan yang sering dilakukan dalam berinvestasi seperti dilansir dari ojk.go.id berikut ini.

Tujuan Investasi Tidak Jelas
Setiap investasi yang kamu lakukan harus memiliki tujuan yang jelas. Untuk itu, tentukan terlebih dahulu apa yang ingin dicapai melalui investasi. Misalnya, kamu ingin mengumpulkan uang 50 juta untuk biaya pernikahan atau 500 juta untuk pensiun di usia 60 tahun. Kebanyakan investor pemula tidak memiliki tujuan yang jelas dalam berinvestasi. Tidak sedikit pula yang hanya ikut-ikutan berinvestasi karena sedang tren, tanpa memahami informasi mengenai instrumen yang dipilih.

Tidak Realistis
Kamu harus memahami bahwa dalam berinvestasi, risiko selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan hasil investasi. Ini berarti semakin banyak dana yang diinvestasikan, semakin tinggi pula risiko yang harus dihadapi. Namun, ada banyak investor yang tergoda dengan tingkat keuntungan tidak wajar dengan risiko minim yang ditawarkan. Waspadalah! Bisa jadi itu adalah investasi bodong. Pastikan kamu selalu berinvestasi melalui institusi yang memiliki izin lembaga berwenang, seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), serta Kementerian Koperasi dan UKM.

Tidak Melakukan Analisis
Ada beragam instrumen yang disediakan untuk berinvestasi, namun tidak semuanya cocok dengan kamu, lho. Karenanya, sebelum berinvestasi, kamu harus melakukan perhitungan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menempatkan dana ke dalam suatu instrumen. Sobat Principal pun harus melakukan analisis yang mendalam mengenai keuntungan yang mungkin diperoleh dalam suatu periode tertentu berikut dengan risiko yang bisa terjadi.

Hanya Fokus ke Jangka Pendek
Melakukan investasi jangka panjang cenderung lebih menguntungkan, namun memang diperlukan kesabaran karena waktu yang dibutuhkan cukup lama. Sayangnya, kebanyakan investor pemula hanya fokus untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek. Padahal, untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari suatu instrumen sangat bergantung dari jenis investasi dan waktu berjalannya.

Tidak Melakukan Diversifikasi
Saat melakukan investasi, kamu tidak disarankan untuk menempatkan dana yang dimiliki dalam satu intrumen saja. Ini untuk menghindari risiko terlalu besar yang mungkin harus ditanggung apabila instrumen tersebut anjlok atau mengalami kebangkrutan. Karenanya, kamu disarankan untuk menempatkan dana atau aset yang dimiliki ke beberapa jenis instrumen supaya bisa membagi risiko yang mungkin dihadapi.

Kehilangan Fokus
Satu hal lain yang bisa membuat kamu gagal dalam berinvestasi adalah kehilangan fokus pada tujuan atau rencana yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dalam berinvestasi, kamu tentu harus disiplin agar bisa menghindari hal-hal yang membuat kamu kehilangan fokus. Ingat! Mempertahankan selalu lebih sulit daripada meraih kekayaan.

Terlalu Cepat Memutuskan
Ini juga merupakan kesalahan paling umum yang sering dilakukan investor pemula. Saking semangatnya berinvestasi, kamu lupa untuk melakukan pertimbangan secara matang sebelum memutuskan memilih instrumen tertentu. Akibatnya, kamu jadi kehilangan kesempatan untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi. Inilah mengapa, dalam berinvestasi kamu selalu diingatkan untuk tidak saja melakukannya dengan ‘uang dingin’, tapi juga dengan ‘kepala dingin’!

Itulah beberapa hal yang harus kamu waspadai sebelum mulai berinvestasi syariah. Pastikan untuk selalu berinvestasi sesuai dengan rencana keuangan dan kemampuan kamu. Jangan sampai salah langkah dan menyesal kemudian ya, Sobat Principal! Untuk mendapatkan informasi mengenai investasi syariah lainnya, kamu bisa cek di sini.