lebaran-haji-hari-raya-sarat-pengorbanan

Diterbitkan pada 20 Jul 2021

Sobat Principal, sebentar lagi umat Islam akan merayakan Hari Raya Iduladha atau juga biasa disebut sebagai Lebaran Haji pada 20 Juli mendatang. Iduladha merupakan salah satu hari besar agama Islam, perayaannya dimulai pada tanggal 10 Dzulhijjah sampai dengan 13 Dzulhijjah (hari tasyrik). 

Hari Raya Iduladha identik dengan prosesi penyembelihan hewan qurban bagi yang mampu. Hewan yang disembelih bisa seperti, domba, sapi, kerbau atau unta. Lantas, mengapa hari Raya Iduladha ini sering disebut juga sebagai hari Lebaran Haji? Ternyata, hal ini dikarenakan pada bulan Dzulhijjah, umat muslim di seluruh dunia sedang menjalankan ibadah Haji di Masjidil Haram. 

Sejarah dan Makna Iduladha Untuk Umat Muslim
Kita tahu, Iduladha berarti berqurban dan berhaji, tapi apa Sobat Principal tahu apa peristiwa yang membuat kita sebagai umat muslim merayakan Iduladha?

Menurut sejarah Islam, kisah ini bermula dari saat Nabi Ibrahim AS mendapat perintah dari Allah SWT lewat mimpi. Mimpinya itu terjadi berulang-ulang kali dengan pesan yang sama, bahwa Nabi Ibrahim AS harus menyembelih putranya, Ismail, sebagai bentuk ketaatan pada Allah SWT. Nabi Ibrahim AS memiliki dua orang putra, Ismail dan Ishak. Keduanya merupakan anak baik yang taat pada ayahnya. 

Saat menerima mimpi yang berulang-ulang  itu, Nabi Ibrahim AS merasa sangat gundah gulana. Mana mungkin seorang ayah tega menyembelih putranya sendiri, namun di lain pihak, beliau mempercayai bahwa mimpi itu merupakan perintah yang harus ia jalani sebagai umat yang baik. 

Allah SWT berfirman dalam QS. As-Shaffat ayat 102 yang artinya :

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Ketika akhirnya Nabi Ibrahim AS menyampaikan mimpinya pada Ismail, dengan penuh keikhlasan Ismail meminta sang ayah untuk menuruti perintah Allah SWT. Ia meminta ayahnya untuk mengikat tubuhnya, mengasah pisau agar ia tidak kesakitan dan menyerahkan pakaiannya untuk ibunya, Siti Hajar, sebagai kenang-kenangan. 

Melihat kebesaran hati sang anak, Nabi Ibrahim AS pun tergerak. Ia pun ikhlas menuruti perintah Allah SWT. Sesaat sebelum ia menjatuhkan pisaunya, dengan kekuasaan Allah SWT, Ismail pun digantikan oleh seekor kambing untuk disembelih. Hal ini tercantum dalam QS. Ash-Shaffat ayat 107 yang artinya:

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

Peristiwa ini membuktikan, pengorbanan yang tulus ikhlas untuk menjalani setiap perintahNya dan semata-mata hanya untuk menggapai cinta kepada Allah SWT adalah jalan terbaik untuk membuktikan keimanan kita. Peristiwa ini pula yang lantas menjadi perintah ibadah qurban untuk umat Islam yang memiliki kemampuan untuk itu.

Selain ibadah qurban dan haji, berikut adalah beberapa makna dari perayaan Hari Raya Iduladha yang bisa jadi pedoman hidup Sobat Principal:

Semangat Berbagi untuk Sesama
Dalam memperingati Hari Raya Iduladha, setiap umat Muslim yang mampu, dianjurkan untuk membeli dan menyembelih hewan qurban, lalu setelah itu daging qurban ini tidak hanya disantap bersama keluarga, tapi juga dibagikan kepada tetangga atau saudara serta orang-orang yang membutuhkan.

Berani Berkorban
Ibadah pada hari Iduladha mengajarkan umat Islam untuk selalu tulus dan ikhlas berkorban di jalan Allah SWT tanpa mengharapkan apa-apa.

Ikhlas 
Iduladha juga bisa menjadi pengingat bagi kita agar senantiasa ikhlas menjalani tiap ujian dan cobaan yang diberikan. Karena hanya dengan ikhlas, ujian dan cobaan ini bisa dijalani dengan baik dan kita akan bisa mendapat hikmahnya.

Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT
Seperti makna dari kata Qurban itu sendiri, yang berasal dari kata Quraba atau dekat, ibadah qurban pada hari Iduladha memiliki makna kedekatan. Tak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, namun juga menjadi sarana mendekatkan diri pada keluarga dan saudara.

Silaturahmi
Pada Hari Raya Iduladha, terdapat tradisi mengunjungi sanak saudara, layaknya Hari Raya Idulfitri. Interaksi dengan tetangga dan kerabat dapat terjalin ketika pelaksanaan Shalat Iduladha dan penyembelihan hewan qurban. Tahun ini, meski di tengah situasi dan kondisi pandemi seperti sekarang dan silaturahmi hanya bisa dilakukan melalui video call saja, semoga semangat Iduladha tetap terasa ya, Sobat Principal!
 

Dapatkan panduan lengkap tentang serba-serbi ibadah haji langsung ke email kamu!

Dapatkan informasi haji terkini langsung ke email kamu.

Saya memahami dan mengizinkan pengumpulan, penggunaan, dan pengungkapan data saya untuk tujuan terkait.