Diterbitkan pada 28 Des 2020

Persiapan matang sebelum bertolak ke Tanah Suci menjadi faktor yang mendukung kelancaran ibadah haji. Selain persiapan pengetahuan mengenai rangkaian ibadah yang akan dijalani, penting pula mempersiapkan fisik yang prima. Secara jasmani, jemaah haji disyaratkan sehat, kuat, dan sanggup secara fisik melaksanakan ibadah haji. Kondisi fisik menjadi penting karena rangkaian ibadah haji sangat padat sehingga membutuhkan fisik yang kuat.

 

Kenapa Kondisi Fisik yang Fit Penting ketika Berhaji?

Mengutip Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, jumlah jemaah haji dengan kondisi fisik lemah dan berisiko tinggi karena usia lanjut berada pada urutan teratas di antara ratusan ribu jemaah haji Indonesia. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa kini generasi muda didorong untuk mempersiapkan diri sejak dini agar bisa berhaji dalam usia muda.

Salah satu alasan dorongan ini karena jemaah muda memiliki kondisi fisik yang lebih mendukung. Dengan kondisi fisik yang kurang fit, banyak jemaah haji yang mengalami sakit selama berada di Tanah Suci. Mereka yang mengalami keterbatasan kondisi fisik, baik lemah maupun sakit, perlu mengetahui keringanan hukum dalam menjalankan ibadah haji sehingga bisa tetap melaksanakan rangkaian ibadah sesuai dengan syariat.

Lalu, kenapa faktor fisik menjadi penting dalam pelaksanaan ibadah haji?

Alasannya, karena rangkaian ibadah yang dijalankan cukup padat, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, banyak berjalan kaki, dan harus berdesak-desakan karena banyaknya jemaah dari segala penjuru dunia.

 

Dirangkum dari berbagai sumber, ini gambaran rangkaian ibadah haji yang membutuhkan fisik yang bugar dan kuat:

 

Tawaf dan Sa'i

Tawaf dan sa'i termasuk dalam rukun haji dan rukun umrah. Oleh karena itu, jemaah yang menjalankan ibadah haji maupun umrah tak boleh melewatkannya. Kedua ibadah ini dilakukan dengan berjalan dan berlari-lari kecil.

Saat melakukan tawaf, jemaah berjalan kaki mengitari Ka'bah sebanyak 7 kali. Jika jemaah melakukan tawaf di lantai dasar dekat Ka'bah, maka ia akan berjalan sekitar 3,5 kilometer. Sementara, jika melakukannya di bagian atap Masjidil Haram, putarannya bisa lebih jauh lagi, yaitu mencapai 2 kilometer untuk satu kali putaran.

Demikian pula saat melakukan sa'i, dengan berjalan atau berlari kecil dari Bukit Safa menuju Bukit Marwa yang totalnya bisa sekitar 3,15 kilometer. Oleh karena itu, saat melakukan tawaf dan sa'i di Masjidil Haram, jemaah bisa berjalan atau berlari-lari kecil dengan jarak 7-10 kilometer. Waktu yang dibutuhkan pun bisa mencapai 2-4 jam. Dengan jauhnya jarak yang ditempuh dan padatnya jemaah, maka dibutuhkan fisik yang kuat untuk menjalankannya dari awal hingga akhir.

Untuk memastikan kondisi fisik yang prima saat tawaf dan sa’i, kamu bisa membiasakan diri berjalan kaki dengan durasi dan jarak yang panjang. Jika tak terbiasa berjalan jauh, ada risiko mengalami kram kaki saat melakukannya. Oleh karena itu, kamu bisa mempersiapkan diri dengan berjalan kaki secara rutin setiap harinya.

 

Wukuf di Padang Arafah dan Melontar Jumrah

Puncak ibadah haji dilakukan dengan wukuf di Padang Arafah. Ibadah wukuf ini juga dilakukan dalam waktu yang cukup lama dan dalam kondisi yang padat karena jemaah haji dari seluruh dunia berkumpul di sini. Jemaah akan menginap di tenda-tenda yang telah disiapkan. Untuk menjalani prosesi ibadah ini dibutuhkan fisik yang bugar dan kuat, karena akan dilanjutkan dengan melontar jumrah.

Selain persiapan fisik, kamu juga bisa menjaga asupan makanan agar kondisi fisik selalu bugar. Caranya, dengan mengonsumsi makanan bergizi, dan perhatikan asupan sayur maupun buah. Membiasakan konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang juga bagian dari mempersiapkan daya tahan tubuh yang kuat sehingga tak mudah terpapar penyakit, termasuk saat di Tanah Suci.

 

Membantu Jemaah Lain

Fisik yang bugar dan kuat saat melaksanakan ibadah haji tak hanya berguna bagi diri kamu sendiri. Sejumlah jemaah haji berusia muda memberikan pengakuannya soal ini. Kondisi fisik yang kuat membuat mereka bisa membantu jemaah lainnya, terutama yang sakit dan berusia lanjut, dalam menjalankan ibadah. Siapa sih yang tak ingin menanam banyak kebaikan di Tanah Suci? Maka, mempersiapkan fisik dengan baik juga bagian dari ikhtiar kamu agar bisa melakukan serangkaian kebaikan selama berada di sana.

 

Tips

Seperti apa persiapan fisik yang bisa dilakukan agar kondisi tubuh fit saat berhaji? Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

Mulai Rajin Olahraga

Jika selama ini kamu masih malas-malasan dalam berolahraga, buang jauh-jauh rasa malas itu. Persiapan fisik melalui olahraga sebaiknya dilakukan secara rutin selama tiga bulan sebelum keberangkatan. Olahraga yang disarankan di antaranya berjalan kaki, berenang, dan bersepeda. Dengan berolahraga secara teratur, tak hanya tubuh yang menjadi lebih bugar, kamu juga membiasakan tubuh selalu bergerak sehingga dapat memudahkanmu dalam menjalankan rangkaian ibadah yang membutuhkan kondisi fisik yang kuat. 

 

Mulai Jaga Pola Makan

Menjaga pola makan perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang punya penyakit bawaan seperti diabetes, darah tinggi, dan lain-lain. Asupan makanan yang baik akan berpengaruh pada metabolisme tubuh sehingga penyakit-penyakit yang mungkin muncul akan teratasi. Jangan lupa konsumsi berbagai vitamin yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Yuk, jaga kesehatan agar ibadah haji Sobat Principal bisa berjalan lancar di Tanah Suci!

Dapatkan panduan lengkap tentang serba-serbi ibadah haji langsung ke email kamu!

Dapatkan informasi haji terkini langsung ke email kamu.

Saya memahami dan mengizinkan pengumpulan, penggunaan, dan pengungkapan data saya untuk tujuan terkait.