Selamat Datang di Principal Haji Muda!

Principal Haji Muda adalah sebuah kolaborasi antara Principal dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), yang bertujuan untuk membantu mewujudkan mimpi naik hajimu selagi muda. Di laman ini, kamu dapat membaca artikel-artikel seputar haji dan perencanaannya.

Ingin Naik Haji, Berapa Dana yang Dibutuhkan?

Diterbitkan pada 22 Jul 2020 Principal ID

Menunaikan ibadah haji pasti menjadi keinginan setiap Muslim dalam rangka menyempurnakan ibadah sesuai tuntunan Rukun Islam. Seperti yang kita ketahui, Haji termasuk ibadah yang wajib dipenuhi bagi mereka yang mampu. Mampu artinya sehat secara fisik dan memiliki kesiapan finansial untuk pergi menunaikan ibadah haji. Sehingga, selain kita juga harus berada dalam kondisi yang sehat, secara finansial pun juga harus tercukupi karena ibadah haji membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Nah, bagaimana cara mengumpulkan dana untuk kebutuhan pergi haji? Kamu bisa mengumpulkannya dari jauh-jauh hari dengan cara menabung atau berinvestasi secara berkala di produk yang tepat. Sebelum bergegas mengumpulkan, yuk, ketahui lebih dulu estimasi biaya berangkat haji yang dibutuhkan dan apa saja prosedur haji yang harus diikuti. Dari situ, kamu bisa mulai menyusun strategi pengumpulan dana kebutuhan berhaji sedini mungkin. 

 

Kebutuhan Dana Haji

 

Ibadah haji membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mengutip informasi yang dirilis oleh Kementerian Agama di situs resmi mereka, besar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk tahun 2020 berkisar antara Rp31 juta hingga Rp38 juta. Perbedaan biaya berangkat haji bervariasi tergantung pada lokasi embarkasi keberangkatan. Sebagai contoh, untuk embarkasi Jakarta, Bipih tahun 2020 adalah sebesar Rp34,77 juta per orang. Sedangkan untuk embarkasi Makassar, Bipih tahun 2020 adalah sebesar Rp38,35 juta per orang (haji.kemenag.go.id). 

Setiap tahun biasanya ada kenaikan biaya haji yang dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Pengumuman biaya haji final akan diumumkan pemerintah beberapa bulan sebelum keberangkatan agar calon jemaah haji dapat melakukan pelunasan. 

 

Setoran Awal Bipih

 

Untuk melakukan pendaftaran haji reguler, dilansir dari indonesia.go.id, kamu perlu menyiapkan dana sekitar Rp25 juta sebagai jumlah setoran awal Bipih. Dana ini kemudian harus disetorkan ke rekening Kementerian Agama. Setelah melakukan penyetoran, kamu akan mendapatkan kepastian berangkat atau nomor porsi, Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH), dan nomor antrean.

Perlu diketahui bahwa kamu juga harus menunggu antrean untuk berangkat haji. Lama waktu antre diketahui setelah kamu melakukan pendaftaran dan membayar setoran awal Bipih ke Kementrian Agama. Masa antre sendiri bisa mencapai 10 hingga 20 tahun. Maka dari itu, semakin cepat kamu memulai mempersiapkan dana haji, semakin cepat pula kamu bisa mendapatkan nomor antrean haji.

 

Tips Mengumpulkan Dana Haji

 

Setelah mengetahui kisaran biaya perjalanan haji dan angka minimal yang harus kamu siapkan untuk mendaftar haji, kini saatnya berpikir bagaimana cara mengumpulkan uang agar bisa segera mendaftar haji. Beragam cara untuk mengumpulkan uang pun bisa kamu lakukan, misalnya dengan menggunakan produk tabungan haji yang ditawarkan oleh bank. Selain menggunakan produk tabungan haji yang ditawarkan oleh bank itu, kamu juga bisa menggunakan produk investasi. Ada beberapa produk investasi yang bisa kamu pertimbangkan untuk mengumpulkan dana hajimu: 

  • Investasi Emas
    Bagi kamu yang tertarik dengan produk investasi emas untuk mengumpulkan dana haji, ada juga program cicilan yang disediakan sejumlah lembaga keuangan dan investasi. Jika jumlah investasi emas sudah mencukupi, kamu bisa menjualnya. Uang hasil penjualan emas tersebut bisa digunakan untuk setoran awal biaya perjalanan haji.
  • Investasi Obligasi Syariah/Sukuk Ritel
    Obligasi syariah memberikan return yang lebih tinggi jika dibandingkan deposito. Investasi obligasi syariah juga termasuk aman karena merupakan surat utang yang diterbitkan negara. Perlu diingat, obligasi syariah memiliki jangka waktu dan tidak bisa dicairkan jika belum jatuh tempo.
  • Investasi Reksa Dana Syariah
    Reksa dana syariah juga bisa menjadi produk pilihanmu untuk mengumpulkan dana haji. Perlu diketahui, produk investasi reksa dana syariah memiliki risiko investasi yang dapat diketahui melalui prospektus reksa dana. Potensi imbal hasil melalui produk investasi terbilang relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan suku bunga bank. Jika memilih reksa dana sebagai produk investasi persiapan dana haji, jangan lupa untuk perhatikan jenis produk yang sesuai dengan profil risikomu dan jangka waktu investasi yang kamu butuhkan.

Kamu juga bisa mengombinasikan beberapa produk investasi di atas agar tujuanmu lebih cepat tercapai.

Apa pun pilihanmu, yang penting sesuaikan dengan kondisi finansialmu, ya!

 

Topik: Haji Muda, Reksa Dana, Ibadah Haji, Rencana Haji, Investasi Syariah