Selamat Datang di Principal Haji Muda!

Principal Haji Muda adalah sebuah kolaborasi antara Principal dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), yang bertujuan untuk membantu mewujudkan mimpi naik hajimu selagi muda. Di laman ini, kamu dapat membaca artikel-artikel seputar haji dan perencanaannya.

Berniat Pergi Haji? Yuk, Lihat Dulu Rincian Biaya Haji

Diterbitkan pada 14 Agu 2020 Principal ID

Indonesia sejauh ini tercatat sebagai negara dengan calon jamaah haji terbesar di dunia. Setiap tahun, sekitar 200.000 orang Indonesia berangkat menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi. Bila kamu berniat pergi beribadah haji, kamu perlu melakukan persiapan dari jauh-jauh hari. Maklum, antrean haji di Indonesia terbilang panjang, yaitu mulai 11 hingga 39 tahun, tergantung dari embarkasi pemberangkatan.

Persiapan yang pertama adalah niat. Bila kamu sudah memiliki niat yang kuat, kamu dapat lebih fokus melakukan persiapan selanjutnya yang paling penting, yaitu biaya. Bagi orang Indonesia, pergi menunaikan ibadah haji bukan hanya membutuhkan biaya ongkos haji saja. Tapi ada beberapa pos biaya lain yang juga perlu disiapkan. Yuk, lihat lebih detil apa saja kebutuhan biaya agar bisa pergi menunaikan ibadah haji.

1. Biaya Pergi Ibadah Haji (Bipih)


Berdasarkan informasi di laman Kementerian Agama (haji.kemenag.go.id), biaya pergi haji (Bipih) reguler tahun 2020 adalah sebesar Rp31,45 juta hingga Rp38,35 juta. Ongkos naik haji pun beragam, tergantung dari embarkasi pemberangkatan. Sebagai contoh untuk embarkasi Jakarta, Bipih reguler tahun 2020 adalah sebesar Rp34,77 juta per orang. 

Jumlah ini tidak harus kamu kumpulkan sekaligus. Sistem pendaftaran ibadah haji di Indonesia mensyaratkan adanya penyetoran dana awal sebesar Rp25 juta agar kamu bisa mendapatkan nomor porsi. Nomor porsi ini yang akan menentukan jadwal keberangkatan ibadah haji kamu.

Pelunasan Bipih biasanya dilakukan di awal tahun saat kamu dijadwalkan berangkat. Misalnya, kamu mendapat nomor porsi untuk 13 tahun lagi, maka di awal tahun 2033 pemerintah akan mengumumkan jumlah Bipih tahun tersebut dan kamu bisa melunasi kekurangannya agar bisa mengurus keberangkatan. Komponen Bipih antara lain meliputi komponen biaya penerbangan, biaya hidup selama beribadah haji, dan biaya visa.

2. Biaya Pengurusan Paspor Haji


Biaya pembuatan paspor haji tahun 2020 di kantor imigrasi adalah sebesar Rp355 ribu per orang. Pembuatan paspor haji bisa kamu lakukan di kantor imigrasi. Namun, bila kamu sudah memiliki paspor reguler yang masih berlaku, kamu tidak perlu mengurus paspor haji.

Untuk mengurus paspor haji, kamu perlu menyiapkan beberapa dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku atau surat keterangan pindah ke luar negeri, Kartu Keluarga, akta atau surat kelahiran, akta perkawinan atau buku nikah, dan ijazah.

3. Biaya Pemeriksaan Kesehatan

Setiap calon jemaah haji harus melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu syarat keberangkatan. Mengutip laman Kementerian Kesehatan (puskeshaji.kemkes.go.id), proses pengecekan kesehatan calon jemaah haji perlu dilakukan sekurang-kurangnya tiga kali. Yaitu, ketika kamu mendapatkan nomor porsi, lalu tiga bulan sebelum jadwal keberangkatan, dan terakhir adalah pemeriksaan kesehataan di bandara embarkasi untuk mengetahui mampu atau tidaknya seorang jemaah haji berangkat ke Tanah Suci.

Pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan riwayat kesehatan, penyakit terdahulu, dan riwayat penyakit keluarga. Pengecekan selanjutnya adalah pemeriksaan kondisi fisik. Calon jemaah haji juga perlu melakukan pemeriksaan penunjang seperti tes darah, urine, dan rontgen untuk memastikan diagnosis yang akurat.

Kamu bisa memeriksakan kesehatan di klinik kesehatan, puskesmas, atau rumah sakit. Biaya pemeriksaan kesehatan berbeda-beda tergantung di mana kamu memeriksakan diri. Di RS Haji Jakarta, sebagai contoh, biaya medical check up calon jemaah haji dikenakan biaya sebesar Rp1,1 juta.

4. Biaya Vaksinasi

Calon jemaah haji diwajibkan untuk melakukan vaksinasi agar mengurangi risiko terserang penyakit berbahaya selama beribadah haji. Jenis vaksinasi yang diwajibkan adalah vaksin meningitis. Sedangkan vaksin yang disarankan adalah vaksin influenza dan vaksin pneumonia.

Biaya vaksinasi bisa kamu cek di rumah sakit terdekat. Sebagai gambaran, di salah satu rumah sakit swasta di Tangerang, biaya vaksin meningitis adalah sebesar Rp300.000. Adapun biaya vaksin influenza dan pneumonia masing-masing berkisar Rp300.000 dan Rp500.000 hingga Rp800.000.

Itulah 4 jenis biaya yang perlu kamu siapkan bila hendak berangkat menunaikan ibadah haji. Dengan mengetahui perincian biaya haji, kamu bisa mempersiapkan kebutuhan dananya dengan baik. Selagi masih muda, yuk rencanakan ibadah hajimu dari sekarang!

 

Topik: Rencana Haji, Dana Haji, Persiapan Haji