Selamat Datang di Principal Haji Muda!

Principal Haji Muda adalah sebuah kolaborasi antara Principal dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), yang bertujuan untuk membantu mewujudkan mimpi naik hajimu selagi muda. Di laman ini, kamu dapat membaca artikel-artikel seputar haji dan perencanaannya.

4 Alasan Pentingnya Menyiapkan Dana Haji Sejak Muda

Diterbitkan pada 2 Okt 2020 Principal ID

Saat ini, antrean untuk menunaikan Ibadah Haji ke Arab Saudi menjadi semakin panjang. Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam setiap tahunnya memberangkatkan kurang lebih 200.000 jamaah haji. Terjadinya pandemi corona mengakibatkan keberangkatan haji tahun ini tertunda. Alhasil, panjang antrian berhaji menjadi lebih lama, yaitu mencapai 13 tahun hingga 43 tahun.

Tapi, kamu tidak perlu terlalu kecewa. Panjangnya antrian pemberangkatan haji dapat kamu manfaatkan untuk menyiapkan kebutuhan dana haji dengan lebih baik. Ibadah haji memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga menyiapkan kebutuhan dana haji sejak usia muda bisa membantu kamu lebih cepat mewujudkan cita-cita menunaikan ibadah haji. Berikut 4 alasan pentingnya menyiapkan dana haji selagi muda:

 

1. Usia Muda Adalah Masa Terbaik untuk Mulai Perencanaan Keuangan

 

Ketika kamu baru memasuki dunia kerja, kamu cenderung memiliki jumlah tanggungan yang masih lebih sedikit, jika dibandingkan dengan mereka yang sudah lebih lama bekerja atau sudah berkeluarga. Sehingga, penghasilanmu bisa dengan leluasa kamu gunakan untuk mendukung berbagai tujuan keuangan, termasuk mengumpulkan kebutuhan dana haji.

Sebagai contoh, jika pendapatan bulananmu adalah sebesar Rp6 juta, maka 50% dari jumlah tersebut bisa kamu gunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Lalu 10 % dari pendapatanmu bisa dialokasikan untuk tabungan dana darurat. Kemudian, bila kamu memiliki cicilan utang, batasi maksimal sebesar 30% saja dari pendapatan rutinmu. Sehingga, sisa 10% terakhir dari pendapatanmu dapat kamu alokasikan untuk berinvestasi, termasuk untuk mewujudkan kebutuhan dana haji.

 

2. Antisipasi Inflasi Jangka Panjang

 

Jangka waktu antrian pemberangkatan haji dari Indonesia kini semakin panjang, hingga mencapai 43 tahun. Bila memakai asumsi waktu antri terpendek yaitu 13 tahun, maka kamu perlu memperhitungkan tingkat inflasi jangka panjang agar kamu bisa mengumpulkan dana haji sesuai kebutuhan. Sebagai gambaran, Ongkos Naik Haji (ONH) tahun 2020 adalah Rp35,23 juta (Detiknews.com, Januari 2020). Bila diasumsikan kenaikan ONH adalah 5% per tahun, maka 13 tahun lagi kebutuhan dananya dapat mencapai Rp66,43 juta.

Tanpa antisipasi yang tepat dalam mengumpulkan kebutuhan dana tersebut, kamu bisa gagal pergi berhaji karena masalah biaya. Maka dari itu, selagi masih muda, sebaiknya persiapkan kebutuhan dana hajimu sedini mungkin. 

 

3. Kebutuhan Biaya Haji Bukan Sekadar Ongkos Berangkat

 

Dalam menyiapkan biaya berangkat haji, kamu tidak bisa hanya fokus pada besarnya biaya ONH. Ada juga biaya-biaya lain yang perlu disiapkan, mulai dari biaya pemeriksaan kesehatan, biaya syukuran, hingga biaya oleh-oleh. Jadi, saat menyusun rencana pengumpulan dana berhaji, pastikan kamu menghitung semua biaya yang dibutuhkan selain ONH.

Sebagai contoh, jika biaya ONH adalah sebesar Rp36 juta, ditambah dengan biaya lainnya, total kebutuhan naik haji dapat mencapai Rp50 juta. Agar proses pengumpulan dana kebutuhan naik hajimu menjadi lebih mudah, kamu bisa berkonsentrasi mengumpulkan dana sebesar Rp25 juta terlebih dahulu untuk mendapatkan nomor porsi. Dari target tersebut, kamu bisa menentukan strategi pengumpulan dana yang paling cocok untukmu.

 

4. Berangkat Haji saat Muda, Fisik Masih Prima

 

Antrian keberangkatan haji memang semakin panjang dari tahun ke tahun. Namun, jangan dulu patah arang. Justru dengan semakin panjangnya antrian, ada baiknya kamu mendaftar haji lebih awal, agar ketika berangkat nantinya usia kamu masih tergolong muda dan kondisi kesehatanmu pun masih cukup bugar. Bagaimanapun ibadah haji menuntut kesiapan fisik yang kuat.

Misalnya saat ini usia kamu 27 tahun dan mendapatkan waktu keberangkatan 20 tahun lagi, maka saat itu kamu masih berusia 47 tahun. Usia tersebut masih tergolong relatif cukup muda untuk menjalani ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik, seperti berhaji. Jadi, sebaiknya jangan tunda lagi niatmu untuk mengumpulkan dana haji selagi kamu masih muda.

Itulah 4 alasan penting mengapa menyiapkan dana berhaji perlu dimulai sejak dini. Haji muda, siapa takut? 

 

Topik: Haji Muda, Ibadah Haji, Berhaji Selagi Muda, Dana Haji